Zur Navigation | Zum Inhalt
Melestarikan Budaya Nusantara di Belanda PDF Cetak E-mail
Selasa, 09 Desember 2008
KabarIndonesia, Amsterdam - Keprihatinan kita atas maraknya 'pencaplokan' hasil karya bangsa Indonesia yang banyak dipatenkan oleh negara lain, seperti Malaysia, serta banyaknya generasi muda Indonesia yang tidak mengenal budaya (kultural) Indonesia karena lahir dan atau dibesarkan di Belanda, membuat Yayasan Nusantara Amsterdam tergugah untuk melestarikannya kembali.

Yayasan yang terdiri dari 'generasi tua' Indonesia ini, ingin proaktif dalam mengenalkan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia kepada para generasi muda Indonesia melalui beberapa kegiatan yang berbasis budaya dan kultural.

Dalam hal ini, Yayasan Nusantara Amsterdam, mengajak Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Belanda serta Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME) Belanda untuk ikut andil di dalamnya.

Selain itu, Yayasan yang berdiri pada tahun 2006 dan berisi para tenaga pensiunan tersebut, juga mempunyai Rumah Perawatan Jompo yang berisikan orang-orang Indonesia dan atau keturunan Indonesia di Amsterdam.

"Para orang tua yang masih mempunyai keturunan Indonesia, sangat bahagia dan senang sekali mendengarkan musik-musik Indonesia serta pertunjukan lain yang mempertontonkan kebudayaan Indonesia. Lagi pula, orang tua, ingatan mereka akan kembali pada masa dulu." Ujar Paulgen dari Yayasan Nusantara.

Untuk itu, selain kegiatan kebudayaan untuk para pemuda pada tanggal 21 Desember nanti, kami juga mengadakan kegiatan-kegiatan untuk para orang tua. Seperti familiedag (hari keluarga) yang sudah kami selenggarakan Agustus lalu. (*)Active ImageActive ImageActive ImageActive Image
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
  • Bahasa Indonesia
  • Nederlands

..............

Dirgahayu Negeriku

web tasarim magazin hosting

Daftar Links

PPNI Pusat

Apotheek Nederland

ImigratieNederland
Ranesi